Thursday, May 3, 2018

KONSERVASI GEDUNG OLVEH

Related image

GEDUNG OLVEH (Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp)

Lokasi             : Jl. Jembatan Batu no. 50 Pinangsia, Jakarta Barat
Dibangun       : 1921
Arsitek            : CP Wolff Schoemaker

Fungsi Awal               : Kantor Perusahaan Asuransi Jiwa
Fungsi Sekarang       : Semasa CafĂ© & Shop (lantai 3)
                                     Sarasvati Art Communication & Publication (lantai 1 dan 2)

Langgam Arsitektur : Art-Deco



Image result for gedung olveh sebelum
Gedung OLVEH di masa kejayaannya (Dok. JOTRC)

OLVEH sebelum revitalisasi
Gedung OLVEH sebelum dikonservasi. (Dok. JOTRC)

Gedung OLVEH setelah dikonservasi.

Sejarah Gedung OLVEH
Gedung ini terletak di Jalan Jembatan Batu No. 50, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta. Lokasi gedung ini berada di seberang selatan Stasiun Jakarta Kota, atau di seberang selatan Halte Busway Jakarta Kota.
Nama gedung OLVEH merupakan singkatan dari Onderlinge Levensverzekering Van Eigen Hulp (Mutual Life Assurance Society Personal Assistance), yaitu salah satu perusahaan asuransi jiwa yang ada di Hindia Belanda pada masa itu.
Perjalanan gedung OLVEH ini berlangsung hingga 40 tahun lamanya, dan berakhir ketika dilakukan nasionalisasi oleh Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 1959 tentang Pokok-Pokok Pelaksanaan Undang-Undang Nasionalisasi Perusahaan Belanda di mana perusahaan-perusahaan milik Belanda yang seluruhnya atau sebagian merupakan milik perorangan warga negara Belanda, badan hukum yang modalnya berasal dari perorangan dan berada di wilayah Republik Indonesia dapat dikenakan nasionalisasi.
Keberlakuan UU tersebut juga berimbas pada perusahaan asuransi Belanda yang berada di Hindia Belanda. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 1960 tentang Penentuan Perusahaan Pertanggungan Jiwa Milik Belanda Yang Dikenakan Nasionalisasi menyebutkan ada 9 perusahan pertanggungan jiwa milik Belanda yang terkena nasionalisasi, salah satunya adalah De Olveh van 1879 ini.
Sejak itu gedung OLVEH ini, berubah status kepemilikannya menjadi milik PT Asuransi Jiwasraya. Karena itu pula, kemudian gedung OLVEH ini juga dikenal dengan nama gedung Jiwasraya. Tapi entah kenapa kemudian setelah menjadi milik Jiwasraya, dalam perjalanannya gedung ini malah sempat mangkrak dan terbengkelai sekian tahun lamanya. Hal ini menyebabkan bangunan gedung tersebut menjadi rusak.
Sebelum bertambah parah karena terjadi pembiaran oleh pemiliknya, PT Pembangunan Kota Tua Jakarta atau Jakarta Old Town Revitalization Corporation (JOTRC) memasukan gedung OLVEH ini ke dalam deretan gedung tua yang akan direnovasi olehnya.
Kini, gedung OLVEH terlihat kokoh, megah dan cantik kembali setelah selesai direvitalisasi oleh JOTRC. Peresmiannya dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti pada 17 Maret 2016. Gedung ini direncanakan akan difungsikan sebagai kantor dan workhsop industri kreatif. Di bawah pengelolaan Sarasvati Art Communication and Publication, gedung tua ini diharapkan bisa menjadi tempat berkumpulnya komunitas industri kreatif atau bisa juga disewakan untuk kegiatan diskusi, pemutaran film, seni, desain, dan aktivitas terkait.





Reference :
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160403162955-269-121364/olveh-dan-jeniusnya-schoemaker
https://silviagalikano.com/2016/04/09/alasan-di-bali-bata-telanjang-gedung-olveh/
http://kekunaan.blogspot.co.id/2016/05/gedung-olveh-jakarta.html


Tuesday, January 16, 2018

KRITIK ARSITEKTUR : PENATAAN ULANG LAHAN PARKIR PADA KAMPUS E UNIVERSITAS GUNDARMA

Kebutuhan hidup yang semakin meningkat, lahan parkir menjadi salah satu yang tidak bisa lepas dari kebutuhan manusia terutama di tempat yang bersifat publik, seperti kampus, kantor, komersil, dll. Dalam kehidupan sehari-hari parkir sudah menjadi pemandangan yang tidak asing lagi. Sering kita melihat kendaraan parkir di ruas-ruas jalan maupun di gedung-gedung parkir. Di antara area-area parkir itu masih banyak diantaranya yang belum memenuhi kriteria atau standar, sehingga kerap kali menyebabkan masalah. Pengoptimalan lahan parkir tidak hanya dalam pemenuhan kapasitas kendaraan, namun juga dalam hal kenyamanan dan keamanan.

Image result for kampus e gunadarma
Gambar 1 Kampus E Universitas Gunadarma
Sumber :  http://uraizakiah.blogspot.co.id/

Kampus E Universitas Gunadarma juga tidak luput dari permasalahan lahan parkir. Semakin meningkatnya kebutuhan lahan parkir disebabkan oleh semakin meningkatnya jumlah mahasiswa setiap tahunnya, dengan total mahasiswa yang terdaftar sebanyak lebih dari 70.000 mahasiswa di tahun 2016 untuk kampus Depok. Dari masalah utama ini makan muncul pula beberapa masalah lain, yakni kebutuhan lahan parkir yang semakin tinggi.
Pada kampus E Universitas Gunadarma terdapat beberapa titik parkir. Untuk parkir mobil terletak di bagian depan bangunan atau di sisi Selatan site dan di sisi Barat site yang bersebelahan dengan plaza. Kapasitas parkir pada area ini mampu menampung jumlah kendaraan mobil sebanyak 75 mobil, dan tentu hal ini tidak memenuhi kebutuhan lahan parkir apabila melihat jumlah mahasiswa yang begitu banyak.

Gambar 2 Letak Titik Parkir Mobil
Sumber : http://www.google.co.id/maps/

Letak kedua titik parkir mobil ini bisa dikatakan kurang tepat. Untuk lahan parkir di bagian Selatan bangunan sebenarnya tidak salah, hanya saja ukurannya yang cukup besar membuat fasad bangunan cukup terhalangi, kemudian lahan parkir di bagian Selatan ini memiliki kapasitas yang lebih banyak dibandingkan dengan bagian Barat, sehingga menjadikannya lahan parkir mobil utama. Karena area ini merupakan lahan parkir mobil yang utama mengakibatkan banyaknya aktifitas yang terjadi di area ini, sehingga kerap kali terjadi penumpukan baik kendaraan maupun manusia terutama pada jam-jam sibuk yakni pada jam 10.00-13.00 dan jam 15.00-17.00.
Sedangkan lahan parkir mobil pada sisi Barat diletakkan terlalu berdempetan dengan akses masuk menuju plaza, sehingga mahasiswa sering merasa kesulitan untuk masuk ke dalam plaza apabila area parkir sedang padat karena terhalang oleh mobil-mobil yang parkir.

Image result for kampus e gunadarma
Gambar 3 Parkir Mobil Kampus E Universitas Gunadarma
Sumber : http://ugpedia.gunadarma.ac.id

Untuk titik lahan parkir motor juga dibagi di dua area, yakni bagian Timur yang di khususkan untuk parkir motor karyawan dan dosen. Lahan parkir lainnya diletakan di sisi Utara, pada area ini lahan parkir dibagi menjadi dua, ada yang menggunakan gedung parkir dan lahan parkir biasa.

Gambar 4 Letak Titik Parkir Motor
Sumber : http://www.google.co.id/maps/

Pada area parkir di bagian Timur tidak ditemukannya permasalahan yang berarti, baik dari segi kapasitas dan kenyamanan, area parkir ini juga dekat dengan gedung-gedung administrasi dan karyawan sehingga mudah diakses. Namun untuk area parkir di bagian Utara terdapat beberapa masalah, terutama mengenai kapasitas parkir, baik pada gedung parkir maupun lahan parkir yang terletak di bawah. Gedung parkir yang ada di kampus E Universitas Gunadarma saat ini mampu menampung sebanyak 550 sepeda motor, namun ternyata pada saat-saat tertentu dimana intensitas mahasiswa sedang banyak-banyaknya, seringkali terjadi penumpukkan motor pada area ini. Di mana motor sudah tidak diparkir di area yang disediakan, melainkan parkir di area-area tertentu yang sering menghalangi sirkulasi manusia, bahkan menghalangi sirkulasi motor di gedung parkir sehingga menyebabkan penyempitan ruas jalan dan mengurangi kebebasan bergerak di gedung parkir itu. Adapun dampak yang dihasilkan adalah berkurangnya kebebasan bergerak dan penumpukan kendaraan pada titik-titik tertentu karena kendaraan tidak bisa bergerak bebas sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama apabila ingin masuk atau keluar dari gedung parkir.

Image result for kampus e gunadarma
Gambar 5 Gedung Parkir Motor Kampus E Universitas Gunadarma
Sumber : http://akumaruzahid.blogspot.com

Dari isu-isu yang sudah dijelaskan diatas menjadi latar belakang penataan ulang area parkir yang sedang direncanakan oleh pihak Universitas Gunadarma, dan sudah masuk dalam tahap perancangan awal. Adapun solusi yang sekiranya dapat menjadi bahan pertimbangan adalah dengan tidak mencampur area parkir dengan area beraktivitas mahasiswa sehingga tidak menimbulkan crossing antara kendaraan dan manusia. Pemisahan tersebut dapat dilakukan dengan membuat platform untuk memisahkan zona parkir dan zona mahasiswa secara vertikal, di samping dapat memisahkan aktivitas parkir dan aktivitas perkuliahan juga dapat menambah kapasitas parkir pada kampus E Universitas Gunadarma. Diharapkan rancangan penataan ulang yang sedang direncanakan pada area parkir kampus E Universitas Gunadarma dapat memberikan solusi atas segala permasalahan dan dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lebih panjang.